Rabu, 16 November 2016

Penistaan Agama Terjadi Di Tahun 1918 Yang Mencekam


Agen Poker - Didakwa dengan penghujatan yang diduga dilakukan oleh Ahok terus. Banyak yang berpendapat bahwa layak Ahok di penjara untuk merendahkan Islam. Di sisi lain, beberapa orang mengatakan bahwa tindakan kriminal Ahok dan seni Islam demonstrasi yang telah dilakukan para aktor politik sarat dengan agenda utama menggulingkan Presiden Jokowi.

 agen poker
Penistaan Agama Terjadi Di Tahun 1918 Yang Mencekam

Ingin mana yang benar, kasus ini sudah cukup untuk membuat masyarakat jadi bingung. Alasannya, mereka tidak tahu apa yang benar dan apa yang salah. Semua pihak memberikan klaim pada mereka sendiri di depan media. Dampak dari hal ini, toleransi antara dua agama besar di Indonesia untuk bersalaman. Selain itu, ada kasus pemboman ibadah yang menambahkan suasana kerusuhan.

Kembali lagi ke kasus penistaan ​​agama. Kasus hampir mirip benar-benar terjadi pada tahun 1918. Sebuah surat kabar disebut Jawi Hisworo sebuah artikel yang diduga menyalahgunakan Nabi Muhammad. Isi dari surat kabar yang dianggap menghina umat Islam Rasul sehingga HOS Tjokroaminoto Kanjeng membentuk Tentara Nabi Muhammad (TKNM) untuk memprotes keras. Berikut adalah cerita tentang kasus penghujatan dan TKNM lebih.

Menjadi sebuah artikel surat kabar yang Polemik

Agen Domino -  Pembentukan TKNM dilakukan oleh HOS Tjokroaminoto untuk menanggapi artikel surat kabar mereka bernama Jawi Hisworo. Surat kabar dengan bahasa Jawa untuk menulis percakapan tentang dua orang bernama Martho dan Djojo. Di akhir percakapan yang sebenarnya penuh makna, ada pepatah yang cukup berani dan seolah-olah menuduh Nabi Muhammad melakukan hal-hal yang buruk.

Dalam sebuah artikel surat kabar yang ditulis pada bulan Januari 1918, ada kutipan mengatakan bahwa Nabi Muhammad mengkonsumsi alkohol atau ciu. Dari artikel ini, umat Islam mulai menanggapi protes. Mereka ingin penulis atau editor yang bertanggung jawab dituntut karena mereka melakukan penistaan Islam.

Kasusastran Java secara tertulis Dianggap Menghina

Sebelum Anda mengatakan siapa yang benar dan siapa yang salah, kita perlu mendengarkan fakta yang cukup menarik. Dalam kasusastran Java, ciu atau minuman keras selalu analogi sebagai minuman keras. Yang dimaksud di sini adalah tidak memabukkan ciu benar-benar transporting, tapi kesenangan hati dan pikiran untuk menikmati berkat-berkat-Nya.

Agen Poker Online - Dalam setiap Java ritual, ciu selalu disertakan dalam penawaran dengan maksud untuk memberikan efek nge-fly atau kepuasan dalam pikiran. Artikel sedang diperdebatkan sebenarnya telah diberikan semacam catatan kaki pembicaraan ini bukan arti sebenarnya. Namun, masalah penafsiran atau pemahaman kadang-kadang sulit untuk diterima oleh banyak orang, terutama yang masih awam.



protes keras dan Formasi TKNM

Sebagai hasil dari artikel yang dianggap penghinaan terhadap agama, protes di mana-mana. Bahkan pemerintah Belanda meminta penangkapan orang yang dianggap Islam melecehakan sangat berat. Tahu apakah ada konflik antara masyarakat, Belanda diam dan tidak memberikan respon apapun. Mungkin bagi Belanda, jika orang menyerang satu sama lain, mereka juga akan kehilangan. Belanda akan menjadi keuntungan yang besar.

Setelah Belanda tidak menanggapi ini, TKNM akhirnya dibuat. Masyarakat tidak menerima keadaan ini protes langsung secara besar-besaran. Di bawah kepemimpinan HOS Tjokroaminoto diproduksi 35.000 tentara. Mereka melakukan misi memprotes bahwa kasus ini harus segera diatasi agar umat Islam tidak bisa lagi merasa sakit hati.

Polemik Antara Kelas Present Lagi

Agen Domino Online - Percakapan itu di koran dikutip dari Gatoloco Suluk yang merupakan salah satu karya sastra terbaik dari Jawa. Isi dari buku atau sastra Jawa klasik biasanya analogi atau sindirian a. Tidak ada makna asli langsung diucapkan dengan jelas. Orang-orang yang tidak mengerti pola ini akan menganggap bahwa apa yang tertulis bermakna sebagai apa yang tertulis.

Buntut dari penulisan artikel, hubungan Muslim dan juga komunitas Kejawen begitu sedikit dipanaskan. Situasi ini hampir sama dengan keadaan dua agama besar di Indonesia saat ini memanas karena ada kasus Ahok yang terus bergulir sampai sekarang.

Ini adalah kisah tentang Nabi Muhammad dan kisah penghujatan Tentara Kanjeng yang terjadi pada tahun 1918. Pada pandangan pertama kasus pertama hampir mirip dengan kasus ini. kemiripan itu terletak pada adanya dua kelompok dan pemahaman atau penafsiran dari ayat atau teks tertentu. Apa yang kamu pikirkan