Kamis, 24 November 2016

Hubungan Antara Arab Dan Tiongkok Yang Sudah Lama Tanpa Diketahui Banyak Orang


Agen Poker - Sejauh ini, kita selalu menganggap bahwa negara-negara di kawasan Arab tidak bisa akrab dengan fakta negara komunis China. Mereka berpikir seribu kali tampaknya tidak mungkin karena latar belakang dan ideologi keduanya sangat berlawanan. Namun, keduanya memiliki hubungan yang cukup baik di berbagai bidang, baik terutama ekonomi dan budaya.

 agen poker
Hubungan Antara Arab Dan Tiongkok Yang Sudah Lama Tanpa Diketahui Banyak Orang


Sementara di Indonesia, yang juga negara-negara mayoritas Muslim masih memiliki sentimen etnis Cina, negara Arab Saudi justru membuang stigma bermusuhan dan terlihat bermesraan di berbagai bidang. Mari kita lihat seperti apa keintiman antara dua negara yang lolos dari pandangan banyak orang di Indonesia.

Kedatangan Pangeran Kerajaan Arab ke Cina

Pada akhir Agustus 2016 dan Pangeran Kerajaan Saudi bernama Muhammad bin Salman melakukan kunjungan ke Asia Timur terutama China dan Jepang. Di kedua negara, Pangeran Salman akan membahas berbagai kemungkinan kerjasama antara kedua belah pihak di bidang ekonomi dan budaya.

Agen Domino - Dikutip dari Reuters, Arab Saudi Pangeran Salman telah menandatangani 15 MoU dengan pihak Cina. Kerjasama antara kedua negara akan fokus pada penjualan dan pembelian minyak mentah, sumber air bersih, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Berdasarkan MoU, kedua negara juga berencana untuk membangun sekitar 100.000 rumah di wilayah utara Riyadh untuk investasi di properti,

Sering Arab Sudah Pernah Berkunjung ke China

Kunjungan oleh Pangeran Salman Agustus lalu bukan kunjungan pertama dari Arab Saudi. Sebelumnya, Raja Abdullah pernah kunjungan bilateral ke Cina pada tahun 2006. Kunjungan ini disambut dengan meriah oleh pemerintah Cina

Setelah kunjungan ini, Presiden Cina Hu Jintao kembali kunjungan ke Arab Saudi. Kunjungan ini tentu disambut baik oleh Raja Abdullah. Cina adalah negara dengan kekuatan besar dalam perekonomian. Bekerja sama dengan China akan meningkatkan investasi reksa di kawasan Arab yang saat ini mulai berbenah.

Hubungan aneh Antara Dua Negara Adversarialism

Sebelum tahun 1989 di mana Uni Soviet runtuh dan menjadi Rusia, Arab Saudi dan China hubungan yang tidak baik. Bahkan Raja Saudi menarik semua bentuk kerjasama. Sebagai negara yang menentang bahaya laten komunisme, Aran Saudi mendukung penuh tindakan yang diambil oleh Amerika Serikat.

Agen Poker Online - Setelah era Mao Tse Tung lewat, Arab Saudi mulai bekerja sama dengan China di berbagai sektor. Aliran ekonomi dan politik yang berubah di China diduga dibuat Arab Saudi ingin berjabat tangan lagi. Karena kerja sama antara kedua belah pihak dilakukan, Cina begitu banyak diinvestasikan menguntungkan di kawasan Arab saat ini menjadi surga bagi Timur Tengah.



Membanjiri produk Cina Arab Saudi

Kerjasama yang dilakukan oleh kedua negara untuk membuat banyak investor yang datang ke Arab Saudi. taipan konglomerat Cina atau menanamkan banyak uang untuk tumbuh pesat di sana. Rata-rata investasi yang dilakukan oleh pengusaha di sektor properti serta produk elektronik dan pakaian.

Agen Domino Online -Dalam pertukaran untuk investasi yang dilakukan oleh China ke Arab Saudi. Negara ini ternyata minyak mentah ekspor ke China sebanyak mungkin. Sangat kerjasama menguntungkan ini tentunya tidak mudah dihilangkan begitu saja. Jika hanya China mencabut investasi, Arab Saudi akan sulit dan sebaliknya.

Sementara di negara ini semua ribut-ribut dengan taipan China (China), yang harus dihancurkan oleh Rush Uang. Kedua negara tersebut sebenarnya berlawanan itu sebenarnya semakin intim. Ah, dunia memang aneh. Bukankah begitu?