Selasa, 16 Agustus 2016

Agen Poker - Gadis Ini Simpan Rahasia Sebelum Dibunuh


Agen Poker - Siswa kelas dua sekolah tinggi (SMP) Bharlind sekolah Medan Yolanda Duha (15) tewas.

Mayatnya ditemukan di sisi desa Jalan Jamin Ginting Shi Lau, Medan Tuntungan ditemukan pada pisau masih tertahan di tenggorokannya, Sabtu (2016/08/13).

Yolanda adalah tubuh pertama ditemukan lima hari untuk pergi ke sekolah setiap hari, bahkan saat ia berjalan keluar dari rumah, Yolanda bolosnya bertanya-tanya apa yang harus dilakukan dengan pembunuhan itu.

 agen poker
Agen Poker - Gadis Ini Simpan Rahasia Sebelum Dibunuh

Agen Domino - Saudara laki-laki korban, Martha Duha beberapa hari, tidak ingin adiknya ke sekolah. Dia juga meminta orang tuanya untuk pindah sekolah. Mengapa Yolanda mengatakan bahwa ia sering menggoda teman-temannya tidak jelas mengapa ia menggoda karena Martha Yolanda tidak pernah memberitahu.

Martha juga mengatakan bahwa saudaranya bersembunyi di telepon baru-baru ini (HP) itu diduga berisi informasi penting tentang akun Facebook (FB), dan curiga bahwa informasi yang berkaitan dengan insiden itu untuk. saudaranya takut untuk pergi ke sekolah dan akhirnya dibunuh. "Apa yang kami menyesal bahwa sekolah tidak tahu mengapa saudara saya tidak akan senang sekolah. Tapi lima hari, "katanya.


Agen Bandarq - Sementara kepala polisi Medan, pejabat senior Dwihananto Mardiaz Kusin mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan empat saksi akan ditinjau Mardiaz empat saksi ini Yusnilawati Sinaga memiliki es stabil di dekat lokasi penemuan mayat. korban

laporan sebelumnya dari desa Jalan Jamin Ginting Shi Lau, sebuah paroki di kota Medan Tuntungan kacau mengapa siswa SMP, sekolah Bharlin Medan Yolanda Duha ditemukan tertutup darah mati di tengah jalan, Sabtu (13/08 /. 2016)

Poker Online Ketika siswa kelas II SMP, SMP masih dalam seragam lengkap dengan tas di punggungnya. Penyebab kematian masih diselidiki oleh polisi Medan. Hal ini diduga bahwa korban tewas. Hal ini karena pisau itu ditemukan hidup di tenggorokannya.

Domino ONline - Mardiaz mengungkapkan bahwa tubuh korban di pisau hitam bergagang masih tertanam di lehernya ke kiri. "Tim kepemimpinan kami dan mengidentifikasi ke adegan untuk melakukan adegan (TKP) di kancah Olat Kami juga mengerahkan tim K9 (anjing) polisi Komite Sabhara Sumatera Utara," jelasnya.

Untuk tujuan penyelidikan lebih lanjut, mayat korban dibawa ke rumah sakit (RS) Bhayangkara, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, "Kami membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini," katanya.