Minggu, 31 Juli 2016

Pelaku Pembakaran Tanjung Balai Belum Tertangkap Warga Sekitar Belum Berani Keluar Rumah



Agen Poker - Suasana Anjung Balai masih merasa tegang, toko ditutup sejak pagi, dan petugas polisi dan tentara sebagai penjaga di sudut yang berbeda, terutama di rumah-rumah ibadat, Buddha dan Kong Ho Tsu.

 agen poker


Seperti digambarkan bisnispoker.com, agen poker terpercaya indonesia yang sedang berada di Tanjung Balai, warga etnis Tionghoa tidak muncul di tempat-tempat umum.

"Mereka tidak ingin meninggalkan rumah, masih khawatir tentang situasi," katanya.

Tapi pertama, banyak warga lainnya, rumah-rumah ibadat yang dirusak dan dibakar itu, hanya melihat-lihat.
"Mereka hanya ingin tahu, setelah kerusuhan semalam. Tapi tidak ada yang tampaknya ingin melakukan perusakaan lagi," Arsyad lebih pula.

Agen Domino - Pembakaran dan vandalisme terhadap rumah-rumah ibadat dan fasikitas brbagai atau bangunan milik warga asal Cina meletus di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Jumat (29/7) sebelum tengah malam, dari sekitar pukul 23.00.

Setidaknya tiga vihara-vihara di papan amal delapan dan tiga bangunan dirusak atau dibakar. Setidaknya enam mobil dibakar atau dihancurkan.

Juru bicara polisi Sr. Sumatera Utara Rina Sari Ginting mengatakan tujuh orang ditangkap dan diperiksa, tapi untuk saat kerusuhana penjarahan yang diduga melibatkan massa lebih dari seribu orang.

"Kami terus mengeksplorasi dan menyelidiki siapa yang bertanggung jawab, yang dalangnya. Mereka harus ditangani, karena ini adalah kejahatan," Ginting mengatakan Rina Profil pula.

Agen Bandarq - Rina disebutkan Ginting, untuk mengembalikan negara, polisi dikerahkan petugas tambahan telah ditempatkan di berbagai penjuru kota.

"Kami mengrahkan 100 pekerja bantuan dari Kepolisian Asahan, 30 polisi dari batubara, dan 135 anggota Brimog. Plus, dengan bantuan pasukan dari Kodim. Hal ini untuk mengembalikan rasa aman bagi orang, "katanya kepada agen bisnispoker.com.

Sebelumnya, kata dia, ketika polisi akan sangat terbatas jumlahnya, sehingga mereka tidak dapat mencegah kerusakan dan permbakaran Jumat malam.

"Tapi itu tidak berarti bahwa polisi masuk. Kami mencoba menelepon pada massa untuk membubarkan, dan untuk mencegah mereka dari kekerasan lebih lanjut. Kami melakukan segalanya untuk melindungi warga (Cina) dari Yaang volume tidak terkendali, "jelasnya.

Domino Online - Dia mengatakan malam bahan bakar terbakar sendiri, tidak berlangsung lama, karena hal-hal yang berdoa dibakar. Misalnya, cendana, gaharu, lilin, minyak, kertas, patung Buddha, gong, dan furnitur seperti meja, kursi, lampu, lentera. bangunan nya, dibakar sedikit. "

Dia menyebutkan, ketegangan mulai sebelum shalat malam, setelah Meliana, seorang wanita Cina 41 tahun yang meminta agar para pemimpin masjid Al sempurna di lingkungannya menjadi minus volume speaker.

Setelah salat magrib, sekitar pukul 20.00 beberapa jamaah dan pemimpin masjid pergi ke Meliana. Kemudian, atas inisiatif Kepala Lingkungan, dan suaminya Meliana bawah tersedia ke kantor kelurahan.

Namun, suasana memanas, Meliana dan suami setelah 'diamankan' untuk Tanjung Balai Polisi Selatan.
"Di kantor polisi, dan negosiasi dilakukan mengenai Leader, Kepala Lingkungan, tokoh masyarakat, ketua MUI, dan presiden dari FPI setempat," kata salah satu agen kami bisnispoker.com

Dia mengaku tidak tahu mengapa FPI terkait.

Poker Online - "Tapi di luar, orang-orang mulai mengumpulkan banyak, banyak siswa, namun mereka melakukan berbicara. Tapi kita bisa menghimbah mereka, dan mereka tersebar."

Namun, kata dia, dua jam kemudian massa berkumpul, mungkin hasil dari pesan media sosial.

Kemudian mereka pergi ke rumah dan berniat Meliana membakarnya tapi dihentikan oleh penduduk setempat. Kemudian, massa semakin banyak bergerak ke arah Juanda panas yaitu sekitar 500 meter Vihara dan berusaha untuk membakarnya, tapi diblokir oleh polisi Tanjung Balau. massa yang marah melemparkan batu candi.

"Kemudian memindahkan seri ke lokasi lain, yang ternyata dibakar di beberapa vihara-vihara, kesenjangan junction"

Sejak subuh, mengunjungi kota dilindungi.


"Tapi sekarang, sangat penting kita mencari suasana damai. Dan tidak memperburuk situasi dengan pemberontak dan rumor konyol,"